Logo MTQ XVIII

ARTI DAN MAKNA LOGO MTQ XVIII

  1. Gambar Masjid Jamik. Secara umum gambar yang ditonjolkan dalam logo MTQ XVIII Kabupaten Kuantan Singingi adalah berlatar belakang Masjid tua di Kabupaten Kuantan Singingi yakni Masjid Jamik yang berdiri tahun 1013 M yang kemudian diperbaharui tahun 1931 M, masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Pangean ini, konon dibangun pertama kali pada 1013 Masehi.Masjid yang dahulunya terbuat dari kayu dan pelepah enau ini lapuk, sehingga diperbaharui sekitar tahun 1932 Masehi. Kendati sudah dipugar, namun bangunan masjid yang lama dan yang baru ini tidak jauh berbeda, karena tidak mengurangi makna yang ada dari setiap sisi bangunannya.Setiap bangunan masjid ini punya makna yang merupakan cerminan dari agama Islam dan struktur adat-istiadat yang ada di Pangean. Bangunan atapnya terdiri dari lima jenjang. Hal ini merupakan cerminan rukun Islam. Kemudian, jumlah pintunya ada 33 pintu yang mengeliingi masjid ini, dan ini mencerminkan 33 kali umat Islam berzikir, bertasbih dan bertahmid untuk mengingat Allah SWT.

Lalu di dalamnya terdapat tiang yang paling besar bediri di tengah alias tiang mocu. Tiang ini bila dicoba dilingkari dengan ukuran tangan orang dewasa, setiap tangan tidak menyatu. Kemudian, tiang mocu dipagari oleh empat tiang yang ukurannya masing-masing sama, tetapi lebih kecil dari tiang mocu. Tiang mocu yang berdiri di tengah masjid yang dikelilingi empat tiang yang ukurannya lebih kecil, merupakan cerminan adat-istiadat yang ada di Kenegerian Pangean. Maksudnya, tiang mocu adalah cerminan dari Datuak Tongah yang merupakan orang besar di dalam adat atau tempat bertanya Pangulu Nen Barompek tentang adat istiadat yang istilah adatnya adalah “talago adat”.

Empat tiang di sekelilingnya yang sama besar, tetapi ukurannya lebih kecil dari tiang Mocu, maknanya adalah cerminan Pangulu Nen Barompek yang ada di Nagori Pangean yang terdiri dari empat Pangulu

  1. Gambar Al-Quran, melambangkan bahwa acara inti dari MTQ adalah pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
  2. Silat Pangean. Gambar orang bersilat dengan latar belakang bendera merah, kuning dan hitam merupakan salah satu ciri khas Nagori Pangean. Silat Pangean tak terlepas dari sejarah dan proses perkembangan agama Islam di sumatera pada abad ke 17 yang didalamnya terdapat nilai budaya dan keagamaan.